Kisah Kita Belum Usai, Ayah

Dilihat : 3

Dalam hidupku, ayah adalah sosok yang tidak banyak berbicara, tetapi selalu ada. Ia bukan tipe yang sering mengucapkan kata-kata manis atau menunjukkan kasih sayang dengan pelukan setiap saat. Namun, dari setiap kerja kerasnya, aku tahu betapa besar cintanya untuk keluarga.

Sejak kecil, aku sering melihat ayah bangun paling pagi. Saat aku masih terlelap, ia sudah bersiap untuk bekerja. Dan ketika aku hampir tertidur kembali di malam hari, ia baru saja pulang dengan wajah lelah. Dulu aku tidak benar-benar mengerti arti pengorbanan itu. Sekarang, aku mulai paham semua itu dilakukan demi kami.

Ada banyak hal yang belum sempat kita selesaikan, Ayah.
Banyak percakapan yang tertunda, banyak tawa yang belum sempat kita bagi lebih lama. Namun aku percaya, kisah kita belum usai.

Dulu, aku sering merasa waktu berjalan begitu lambat. Menunggu Ayah pulang kerja terasa seperti hitungan yang panjang. Aku duduk di teras, menanti suara motor yang begitu familiar. Saat itu, yang kupikirkan hanya ingin bercerita tentang hariku—tentang nilai ulangan, tentang teman-teman, tentang hal-hal kecil yang bagiku terasa besar.

Kini aku sadar, mungkin lelahmu jauh lebih besar dari ceritaku. Tapi tak sekali pun Ayah menolak untuk mendengar. Dengan mata yang sedikit sayu, Ayah tetap tersenyum dan berkata, “Coba ceritakan.”

Ayah, jika hari ini jarak memisahkan kita—entah karena waktu, keadaan, atau takdir—aku ingin kau tahu bahwa semua pelajaranmu masih tinggal di hatiku. Cara Ayah mengajarkanku berdiri saat jatuh, cara Ayah mengingatkanku untuk tidak menyerah, semuanya menjadi bekal dalam setiap langkahku.

Ada saat-saat aku berharap bisa kembali menjadi anak kecil yang menggenggam tanganmu tanpa rasa gengsi. Sekarang, justru aku ingin menjadi seseorang yang bisa kau banggakan. Seseorang yang kuat, seperti yang selalu kau contohkan.

Jika kita masih diberi waktu, aku ingin lebih sering duduk bersamamu. Mendengar cerita masa mudamu. Tertawa tanpa tergesa-gesa. Jika pun waktu tak lagi sebanyak dulu, aku tetap percaya—kisah kita belum usai. Karena selama aku masih membawa namamu dalam doa dan langkahku, Ayah selalu hidup dalam setiap pencapaianku.

Kisah kita belum usai, Ayah.
Ia akan terus berlanjut dalam kenangan, dalam nilai-nilai yang kau tanamkan, dan dalam hidup yang sedang kuperjuangkan.

Terima kasih telah menjadi bagian terindah dalam ceritaku.


Dapatkan Buku Best Seller kita : https://andipublisher.com/produk/detail/kisah-kita-belum-usai-ayah