Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Belum Padam Setelah 12 Jam, Puluhan Warga Dievakuasi
Dilihat : 17
Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Belum Padam Setelah 12 Jam, Puluhan Warga Dievakuasi
TANGERANG – Kebakaran hebat yang melanda pabrik
sandal PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Poris Plawad,
Cipondoh, Kota Tangerang, masih berlangsung setelah lebih dari 12 jam. Asap
hitam pekat yang terus membumbung ke udara memaksa puluhan warga sekitar
dievakuasi demi menghindari dampak gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Proses evakuasi dilakukan setelah arah angin berubah dan
membawa asap kebakaran ke kawasan permukiman di Kelurahan Tanah Tinggi. Warga
yang tinggal dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi pabrik menjadi
prioritas untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Kepulan asap yang semakin pekat dilaporkan mulai mengganggu
aktivitas dan pernapasan warga. Sejumlah keluarga memilih mengungsi secara
mandiri ke rumah kerabat guna menghindari risiko kesehatan yang lebih serius.
Hingga Senin siang, petugas pemadam kebakaran masih
berjibaku memadamkan api yang menghanguskan area pabrik. Banyaknya material
mudah terbakar, terutama bahan baku berbasis karet, menjadi salah satu faktor
yang membuat api sulit dikendalikan dan terus menghasilkan asap tebal.
Petugas juga berupaya melokalisasi titik api agar tidak
merembet ke bangunan lain maupun kawasan permukiman yang berada tidak jauh dari
lokasi kejadian.
Pemerintah setempat bersama petugas kesehatan membuka posko
kesehatan untuk memantau kondisi warga terdampak. Selain itu, lokasi
pengungsian sementara juga telah disiapkan untuk menampung warga yang harus
meninggalkan rumah mereka akibat kepulan asap.
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin terhadap
warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang
memiliki riwayat penyakit pernapasan. Hingga proses evakuasi berlangsung, belum
dilaporkan adanya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kebakaran yang terjadi sejak Minggu malam tersebut masih
dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada area
penyimpanan bahan baku pabrik yang mudah terbakar. Meski demikian, penyebab
pasti kebakaran belum diumumkan secara resmi oleh aparat terkait.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang berada di
sekitar lokasi kebakaran untuk menggunakan masker saat beraktivitas serta
mengurangi paparan asap secara langsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah
gangguan kesehatan selama proses pemadaman masih berlangsung.