Harga Cabai Rawit Merah Melambung tinggi, bahkan mencapai 80rb lebih di Luar Jawa

Dilihat : 85

Pada Senin (10/6), harga cabai-cabai naik sedangkan mayoritas harga pangan lainnya turun. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan bahwa kenaikan terbesar terjadi pada cabai rawit merah. Hingga pukul 12.00 WIB, harga cabai rawit merah naik sebesar 9,58 persen menjadi Rp58.350 per kg dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Di Sulawesi Utara, harga cabai rawit merah melonjak drastis menjadi Rp88.900 per kg. Sementara itu, di Pulau Jawa, harga cabai rawit merah masih berada di bawah Rp60 ribu per kg.

Selain kenaikan harga pada cabai, terdapat juga kenaikan harga pada cabai lainnya. Cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar 7,57 persen menjadi Rp57.550 per kg, cabai merah besar naik 4,67 persen menjadi Rp57.100 per kg, dan cabai rawit hijau naik 2,16 persen menjadi Rp47.200 per kg. Selain itu, harga daging sapi kualitas 1 juga mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen menjadi Rp139.050 per kg dan harga beras kualitas medium II juga mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen menjadi Rp15.300 per kg. Demikian pula, harga minyak goreng kemasan bermerek 2 naik 0,26 persen menjadi Rp19.500 per kg dan minyak goreng curah naik 0,3 persen menjadi Rp16.600 per kg.

sc barometer

Namun, sebaliknya, harga beberapa komoditas pangan lainnya mengalami penurunan. Harga daging ayam ras segar turun 2,12 persen menjadi Rp37 ribu per kg, harga bawang merah ukuran sedang turun 1,69 persen menjadi Rp46.600 per kg, harga bawang putih ukuran sedang turun 0,55 persen menjadi Rp45.350 per kg, harga gula pasir lokal turun 0,54 persen menjadi Rp18.300 per kg, dan harga daging sapi kualitas 2 turun 0,23 persen menjadi Rp130.300 per kg.

Selain itu, mayoritas harga komoditas beras juga turun. Harga beras kualitas bawah I turun 1,06 persen menjadi Rp14.050 per kg, harga beras kualitas bawah II merosot 0,36 persen menjadi Rp13.800 per kg, harga beras kualitas medium I turun 0,32 persen menjadi Rp15.400 per kg, dan harga beras kualitas super II melandai 0,31 persen menjadi Rp16.300 per kg.

Sementara itu, ada juga komoditas pangan yang harganya tidak mengalami perubahan, seperti beras kualitas super I tetap stabil di Rp16.800 per kg. Harga minyak goreng kemasan bermerk I juga tidak mengalami perubahan, tetap bertahan di Rp20.650 per kg. Demikian pula, harga gula pasir kualitas premium dan telur ayam ras segar juga stagnan di masing-masing Rp19.250 per kg dan Rp30.850 per kg.

Bagi yang hendak meraup keuntungan dari bertanam cabai, kami ada beberapa judul buku yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuannya.

1. Meraup Untung Bertanam Cabe Hibrida unggul Di Lahan Dan Polybag

Buku ini menjelaskan metode budidaya cabe hibrida dengan media polybag. Cocok untuk Anda yang memiliki lahan terbatas. Pesan sekarang juga. Cabe memiliki nilai ekonomis tinggi, sering dikonsumsi masyarakat sebagai bumbu masakan, dan aneka produk olahan. Permintaan cabe pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya produksi cabe seringkali mengalami fluktuasi. Gagal panen akibat perubahan iklim atau bencana alam mengakibatkan pasokan cabe berkurang, Harga cabe melambung tinggi.Kenaikan harga yang fantastis seringterjadi menjelang bulan puasa dan lebaran. Pada saat harga cabe tinggi, para petani mampu meraup untung besar. Cabe rawit, cabe besar, dan cabe keriting merupakan jenis cabe hibrida yang banyak dikonsumsi dan dibudidayakan masyarakat Indonesia. Produksinya yang tinggi, adaptif dan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit, menyebabkan cabe hibrida banyak diminati. Untuk melakukan usaha budidaya cabe, kita perlu memahami teknik budidaya yang baik, termasuk teknik penanganan pasca panen. Kita juga harus memahami strategi bertanam pada waktu yang tepat. Buku ini akan membimbing dari A-Z bagaimana teknik budidaya tanaman cabe di lahan maupun di polybag. Juga dilengkapi panduan pembuatan pupuk kompos, teknik pengawetan dan pengolahan cabe pasca panen. Anda akan dipandu berwirausaha budidaya cabe dengan hasil yang maksimal. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan izin terselesaikannya buku Strategi Sukses Budidaya Cabe Besar, Rawit, Dan Keritingini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya buku ini. Latar belakang mengapa penulis mengangkat tema budidaya cabe adalah karena cabe merupakan komoditas pertanian Indonesia yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi tetapi produksi cabe seringi mengalami penurunan drastis yang menyebabkan pasokan di pasaran tidak mampu memenuhi permintaan. Kondisi semacam ini seringkali memicu impor. Penulis berharap petani Indonesia mampu memacu produksi cabe dan mampu mengolahnya menjadi aneka produk olahan yang memiliki daya tahan sehingga pemasarannya lebih luas. Komoditas cabe merupakan komoditas pertanian yang memiliki pangsa pasar yang cukup luas baik domestik maupun luar negeri. Meski begitu harga cabe seringkali fluktuatif. Pada saat harga cabe melambung tinggi, petani dapat menangguk untung besar. Sebaliknya, pada saat panen raya, harga cabe anjlok sehingga petani merugi. Melalui buku ini kita dapat belajar secara rinci tentang: jenis-jenis cabe, teknik budidaya tanaman cabe di lahan maupun di polybag, strategi mengantisipasi gagal panen, penanganan pasca panen, teknik dasar pemupukan, pembuatan pupuk kompos, pengawetan dan pengolahn cabe, dan analisis kelayakan ekonomi usaha budidaya tanaman cabe. Dengan buku ini pembaca akan dapat berwirausaha budidaya cabe dengan hasil yang maksimal. Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi pembaca untuk berwirausaha. Selamat membaca!

2. Untung Selangit Dari Agribisnis Cabai