Haaland Diabaikan Rekannya? Momen Ini Disebut Jadi Penyebab Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Dilihat : 7

Kekalahan Timnas Norwegia dari Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika Erling Haaland tampak berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol, tetapi rekannya, Alexander Sørloth, memilih menyelesaikan peluang sendiri.

Keputusan tersebut memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak penggemar menilai Haaland diabaikan oleh rekannya, bahkan menyebut momen itu sebagai penyebab utama Norwegia gagal melaju ke semifinal. Namun, benarkah demikian?

Momen Krusial yang Menjadi Viral

Pertandingan Norwegia melawan Inggris berlangsung sengit. Norwegia sempat unggul lebih dahulu dan tampil percaya diri menghadapi salah satu favorit juara.

Pada sebuah serangan balik cepat, Sørloth membawa bola menuju kotak penalti Inggris. Di sisi lain, Haaland berlari tanpa kawalan dan memberi isyarat meminta umpan. Banyak pengamat menilai jika bola diberikan kepada Haaland, peluang terciptanya gol kedua akan sangat besar.

Namun, Sørloth memilih menggiring bola dan mencoba menuntaskan peluang sendiri. Upaya tersebut gagal setelah berhasil dipatahkan pemain bertahan Inggris. Momen itu kemudian viral dan menjadi bahan perdebatan di berbagai platform media sosial.

Haaland Terlihat Kecewa

Rekaman pertandingan memperlihatkan Haaland mengangkat kedua tangannya sebagai tanda meminta bola. Setelah peluang tersebut hilang, ekspresi kecewa striker berusia 25 tahun itu terlihat jelas.

Banyak pendukung Norwegia menyayangkan keputusan Sørloth. Mereka menilai seorang penyerang dengan kualitas penyelesaian akhir seperti Haaland seharusnya menjadi pilihan utama dalam situasi tersebut.

Di media sosial, banyak komentar yang menyebut keputusan itu sebagai bentuk egoisme yang akhirnya merugikan tim.

Apakah Itu Penyebab Kekalahan Norwegia?

Meski menjadi momen penting, menyebut Norwegia tersingkir hanya karena satu keputusan tentu kurang tepat.

Dalam sepak bola, hasil pertandingan ditentukan oleh banyak faktor. Setelah gagal memanfaatkan peluang emas tersebut, Inggris perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Tim berjuluk Three Lions meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.

Artinya, peluang yang terbuang memang dapat mengubah momentum pertandingan, tetapi bukan satu-satunya alasan Norwegia gagal melaju ke semifinal.

Inggris Tampil Lebih Efektif

Salah satu faktor utama kemenangan Inggris adalah efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Saat Norwegia gagal menambah keunggulan, Inggris justru tampil semakin percaya diri. Lini tengah mereka mampu mengendalikan permainan sehingga pertahanan Norwegia terus berada di bawah tekanan.

Selain itu, pertahanan Inggris juga berhasil membatasi ruang gerak Haaland sepanjang pertandingan. Meski menjadi tumpuan utama Norwegia, striker Manchester City tersebut tidak mendapatkan banyak peluang bersih untuk mencetak gol.

Apakah Sørloth Benar-Benar Egois?

Istilah "egois" memang banyak digunakan oleh netizen untuk menggambarkan keputusan Sørloth. Namun dalam sepak bola profesional, sebuah keputusan sering kali diambil hanya dalam hitungan detik.

Ada kemungkinan Sørloth merasa memiliki ruang tembak yang cukup baik sehingga memilih menyelesaikan peluang sendiri. Dari sudut pandang lain, sebagian analis menilai jalur umpan menuju Haaland juga tidak sepenuhnya bebas karena bek Inggris mulai menutup ruang operan.

Perbedaan sudut pandang inilah yang membuat insiden tersebut terus diperdebatkan hingga sekarang.

Reaksi Penggemar Sepak Bola

Video momen tersebut langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak penggemar menilai keputusan itu sebagai salah satu kesalahan terbesar Norwegia sepanjang turnamen.

Sebagian bahkan menyebut jika Haaland menerima umpan dan berhasil mencetak gol kedua, Inggris akan menghadapi situasi yang jauh lebih sulit untuk bangkit.

Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan bahwa sepak bola bukan olahraga yang bisa dinilai hanya dari satu momen. Kesalahan individu memang dapat memengaruhi hasil pertandingan, tetapi kemenangan maupun kekalahan tetap merupakan tanggung jawab seluruh tim.

Perjalanan Bersejarah Norwegia

Terlepas dari hasil mengecewakan di perempat final, Piala Dunia 2026 tetap menjadi pencapaian besar bagi Norwegia.

Dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard, Norwegia berhasil melangkah hingga babak delapan besar dan bahkan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa Norwegia kini telah berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola dunia.

Dengan mayoritas pemain inti yang masih berada pada usia produktif, peluang Norwegia untuk tampil lebih baik pada turnamen mendatang masih sangat terbuka.


Benarkah Haaland diabaikan rekannya hingga Norwegia tersingkir dari Piala Dunia 2026?

Momen ketika Alexander Sørloth tidak mengoper bola kepada Erling Haaland memang menjadi salah satu insiden paling menentukan dalam pertandingan melawan Inggris. Keputusan tersebut memicu kritik luas karena dianggap menghilangkan peluang emas untuk memperbesar keunggulan.

Namun, menyimpulkan bahwa Norwegia tersingkir hanya karena satu aksi tersebut tentu tidak sepenuhnya benar. Kebangkitan Inggris, efektivitas penyelesaian akhir lawan, disiplin pertahanan, serta dinamika pertandingan secara keseluruhan juga menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir.

Meski gagal melangkah ke semifinal, penampilan Norwegia di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa mereka memiliki fondasi kuat untuk menjadi pesaing serius pada turnamen-turnamen besar di masa depan.