Gempa Flores dan Ribuan Gempa Susulan: BMKG Catat 10.232 Guncangan, Apa Penyebabnya?

Dilihat : 9

Gempa Flores kembali menjadi perhatian publik setelah BMKG mencatat 10.232 gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7. Ribuan gempa tersebut terjadi setelah gempa besar yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Data terbaru BMKG hingga Senin, 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Dari lebih dari 10 ribu kejadian tersebut, sebanyak 157 gempa dirasakan oleh masyarakat, sementara gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Fenomena ini membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa gempa susulan bisa terjadi hingga ribuan kali dan apakah kondisi tersebut berbahaya?

Gempa Flores M7,7 Terjadi pada 15 Agustus 2026

Gempa utama Flores terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M7,7, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer dan episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust, dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Gempa utama tersebut juga berdampak pada terjadinya tsunami di wilayah sekitar Flores sehingga masyarakat di kawasan terdampak harus melakukan langkah-langkah mitigasi dan evakuasi sesuai arahan pemerintah.

10.232 Gempa Susulan Terjadi di Flores

Jumlah gempa susulan pascagempa Flores terus bertambah. Hingga 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat total 10.232 gempa susulan.

Dari keseluruhan aktivitas tersebut:

  • Total gempa susulan: 10.232 kejadian
  • Magnitudo terbesar: M6,2
  • Magnitudo terkecil: M1,0
  • Gempa dengan magnitudo di atas M5: 35 kejadian
  • Gempa yang dirasakan masyarakat: 157 kejadian

Meski jumlahnya terlihat sangat besar, BMKG mencatat bahwa grafik peluruhan aktivitas gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Berdasarkan pemantauan, rangkaian gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu.

Mengapa Gempa Susulan Bisa Terjadi Ribuan Kali?

Gempa susulan atau aftershock merupakan rangkaian gempa yang terjadi setelah gempa utama. Ketika gempa besar terjadi, energi dan tegangan yang tersimpan di dalam kerak bumi mengalami perubahan.

Perubahan tersebut kemudian membuat bagian-bagian sesar di sekitar sumber gempa menyesuaikan diri. Proses penyesuaian inilah yang dapat memicu gempa-gempa berikutnya.

Karena gempa Flores M7,7 merupakan gempa besar dan terjadi pada zona tektonik aktif, tidak mengherankan jika aktivitas gempa susulan berlangsung cukup intens.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa gempa Flores bersumber dari aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc Thrust. Pada 19 Agustus saja, BMKG telah mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2.

Apakah 10 Ribu Gempa Susulan Berarti Akan Ada Gempa Besar Lagi?

Banyaknya gempa susulan tentu membuat masyarakat khawatir akan kemungkinan terjadinya gempa besar berikutnya.

Namun, jumlah gempa susulan tidak dapat digunakan sebagai kepastian bahwa gempa besar baru akan terjadi. Gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat mengenai kapan, di mana, dan berapa besar kekuatannya.

Yang dapat dilakukan adalah memantau pola aktivitas seismik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Dalam kasus Flores, data terbaru justru menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan mulai mengalami peluruhan atau penurunan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

Gempa Susulan Terbesar Mencapai M6,2

Salah satu hal yang membuat rangkaian gempa Flores menjadi perhatian adalah adanya gempa susulan dengan kekuatan cukup besar.

BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai M6,2. Bahkan, hingga 31 Agustus terdapat 35 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari M5.

Artinya, meskipun disebut sebagai gempa susulan, kekuatannya tetap dapat dirasakan masyarakat dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan yang sebelumnya sudah mengalami pelemahan akibat gempa utama.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu berhati-hati ketika memasuki bangunan yang mengalami kerusakan.

BMKG Terus Memantau Aktivitas Gempa Flores

BMKG melakukan pemantauan aktivitas gempa secara terus-menerus menggunakan jaringan seismograf yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Data real-time BMKG juga masih menunjukkan adanya aktivitas gempa di wilayah Flores pada 31 Agustus 2026. Beberapa gempa dengan magnitudo sekitar M3 hingga M4 tercatat terjadi di kawasan Flores pada pagi hari.

Pemantauan tersebut penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Masyarakat di wilayah yang masih mengalami gempa susulan sebaiknya tetap tenang tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Tetap mengikuti informasi resmi

Pastikan informasi mengenai gempa diperoleh dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.

2. Hindari bangunan yang rusak

Jangan memasuki rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelum dinyatakan aman.

3. Siapkan perlengkapan darurat

Simpan dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan, senter, baterai, dan perlengkapan penting lainnya di tempat yang mudah dijangkau.

4. Kenali jalur evakuasi

Masyarakat di kawasan terdampak perlu mengetahui lokasi aman dan jalur evakuasi yang telah ditetapkan pemerintah.

5. Jangan mudah percaya informasi di media sosial

Informasi mengenai prediksi gempa atau potensi gempa besar yang tidak berasal dari lembaga resmi sebaiknya tidak langsung dipercaya maupun disebarkan.

Aktivitas Gempa Mulai Menurun

Kabar yang relatif menenangkan adalah aktivitas gempa susulan Flores menunjukkan pola penurunan berdasarkan grafik peluruhan yang diamati BMKG.

Namun, penurunan aktivitas bukan berarti gempa susulan langsung berhenti. BMKG memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu.

Karena itu, masyarakat tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang terdampak langsung gempa utama.

Kesimpulan

Gempa Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026 telah memicu ribuan gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga Senin, 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 10.232 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M6,2 dan 157 di antaranya dirasakan masyarakat.

Fenomena tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama. Walaupun jumlah gempa susulan sangat banyak, data terbaru menunjukkan aktivitasnya mulai mengalami penurunan.

Masyarakat Flores dan wilayah sekitarnya tetap diimbau untuk tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi BMKG serta pemerintah daerah. Kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila gempa susulan kembali terjadi.