[PRE ORDER]
Pemrograman komputer bekerja dengan mengolah input melalui suatu proses untuk menghasilkan output. Agar pengolahan data menjadi efektif, diperlukan penggunaan rumus yang tepat. Penggunaan tabel dalam pemrograman sering kali tidak efisien, sehingga perlu pendekatan lain, yaitu mengubah data dalam tabel menjadi bentuk rumus. Dengan cara ini, proses pemrograman menjadi lebih sederhana, cepat, dan mudah diterapkan.
Mix Design untuk beton normal pada umumnya selalu menggunakan tabel yang ada SNI (ACI), tabelnya dimodifikasi dengan Regresi Polinomial menjadi persamaan, tabel ada SNI (ACI) yang diubah menjadi persamaan. Persamaan yang dihasilkan menggunakan regresi polinomial dengan nilai $R^2 = 1$.
Persamaan mencari berat air pencampur, $(Ww) = y1j, y2j$, dengan variabel utama agregat maksimum, variabel tambahan adalah slump, persamaan kedua adalah volume kandungan udara, $(VAC) = y3i$, peubah tambahannya adalah paparan, water-cement rasio $(WCR) = y4i$, dengan peubah maksimum agregat, sedangkan peubah tambahannya adalah kebutuhan udara dalam beton (non-air entrained/air entrained), berat agregat kasar $(WCA) = y5i$, dengan dua variabel maksimum agregat dan FM (Finest Modulus), serta perkiraan awal berat beton segar $(WFC) = y6$.
Hasil akhir yang didapat merupakan hasil rancang campur, yang terdiri dari: berat (dalam kg) dari Air, Semen, Agregat kasar, Agregat halus, atau Volume (dalam $m^3$) dari Air, Semen, Agregat kasar, Agregat halus.
| Tahun Terbit |
| 2026 |
| Penulis |
| Tony Hartono Bagio, Dan Eugene Yudhistira Baggio |
| ISBN |
| Edisi |
| I |
| Halaman |
| 144 |
