[PRE ORDER]
Mengapa pendidikan karakter antikorupsi penting bagi siswa SD/M1? Mema ngnya siswa SD/MI bisa korupsi? Apanya yang dikorupsi? Siswa SD/MI memang tidak korupsi, tetapi perilakunya kadang koruptif. Sekadar contoh, mencontek, berbohong, bolos sekolah, dan lain sebagainya. Jika baru menjadi siswa SD/MI saja sudah berani berbohong, ketika dewasa dan menjadi pejabat negara, besar kemungkinan akan korupsi. Oleh karena itu, siswa SD/MI harus bisa menjadi profil pelaja r antikorupsi. Profil pelajar Pancasila adalah Profil Pelajar Antikorupsi. Sekolah yang menerapkan pendidikan antikorupsi adalah sekolah yang menyiapkan para siswanya menjadi calon pemimpin masa depan bangsa yang antikorupsi. Siswa yang belajar karakter antikorupsi adalah siswa yang sungguh-sungguh menyiapkan diri mengabdi pada negeri untuk kepentingan bangsa yang bersih dari korupsi. Buku ini merupakan model Pendidikan Karakter Antikorupsi (PKAK) terbaik yang dikembangkan berdasarkan Kurikulum Merdeka dengan tetap memberi ruang bagi penerapan kurikulum K-13. Integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran yang diperkaya dengan penguatan projek pelajar Pancasila, menjadikan siswa tidak hanya sekadar tahu korupsi, tetapi juga berani melakukan aksi pencegahan korupsi. Bahkan, integrasi nilai-nilai antikorupsi tersebut tidak hanya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, tetapi di semua mata pelajaran. Hal ini menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab guru Pendidikan Pancasila, tetapi semua guru beserta mata pelajaran yang diampu. Dengan membaca buku ini, sekolah didorong untuk menjadi sekolah berintegritas. Dengan mempelajari buku ini, siswa pelajar Pancasila didorong untuk menyiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan bangsa yang bersih dari korupsi.
Tahun Terbit |
2025 |
Penulis |
Suyadi, & Suyitno |
ISBN |
Edisi |
I |
Halaman |
128 |