[PRE ORDER]
“Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.”
(Yehezkiel 22: 30)
Firman tersebut menyiratkan keprihatinan Allah terhadap kita, khususnya Gereja. Intrik-intrik di dalam Gereja, urusan-urusan bisnis bertopeng pelayanan, serta penyimpangan kewenangan hamba Tuhan sedikit banyak telah membelokkan arah pelayanan. Pantas bila Tuhan tidak menemukan seorang pun untuk mendirikan tembok dan mempertahankan negeri.
Kumpulan khotbah Intrik dalam Gereja 2 ini menggelitik kita untuk melihat kembali pelayanan kita, apakah sudah sepenuhnya membawa nama Kerajaan Surga. Sudahkah pelayanan kita menyentuh setiap kebutuhan orang lain, tidak hanya secara rohani, tetapi juga jasmani?
Tanpa mengusung denominasi mana pun dan dengan basis pelayanannya yang membumi, penulis mengajak kita untuk menanggapi keprihatinan Allah dengan menjadi Gereja yang dicari dan ditemukan-Nya.
Daniel Alexander bersama istri, Louise Alexander, menetap dan melayani di Papua sejak tahun 1994. Hamba Tuhan yang menyebut dirinya “Pendidik-Pembidik” ini sejak muda sudah terlibat aktif dalam pelayanan para pelajar dan anak muda (1972), serta telah melanglang ke Amerika dan Eropa untuk melayani-Nya pada tahun 1981. Pelayanannya yang difokuskan untuk melayani sesama telah mendorongnya mendirikan sekolah dengan pendidikan berpola asrama khusus bagi masyarakat Papua (1995).
| Tahun Terbit |
| 2026 |
| Penulis |
| Pdt. Daniel Alexander |
| ISBN |
| Edisi |
| I |
| Halaman |
| ab + vi + 80 |
