[PRE ORDER]
“Sekarang ini, rupanya setan sudah tidak ada lagi di kuburan. Setan sudah pindah ke Gereja! Betapa tidak! Saat ini, banyak Gereja diselewengkan dan disalahgunakan. Gereja tidak segan-segan lagi bertengkar dan meributkan masalah keuangan. Para pelayan Tuhan juga tidak malu-malu lagi memperebutkan kedudukan sebagai pendeta karena menganut ‘filosofi’ bandha abab sugih (Jawa). Artinya, [ber]modal[kan] cuap-cuap saja, [seseorang] sudah bisa kaya. Oleh karena itu, saya mengatakan bahwa setan sudah pindah ke Gereja.”—Daniel Alexander
Itulah sekelumit ungkapan keprihatinan penulis saat menyaksikan terjadinya perpecahan dalam Gereja yang bersumber dari masalah keuangan dan sikap saling mempermasalahkan doktrin, padahal Gereja Tuhan seharusnya bersatu dalam mengemban misi Tuhan, yaitu menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.
Lantas, bagaimana dengan Anda dan Gereja Anda? Renungkan baik-baik khotbah-khotbah di dalam buku ini karena Anda akan menemukan sebuah kebenaran baru tentang tugas dan panggilan Gereja!
Jadi, temukan panggilan-Nya untuk menjadi saluran berkat bagi sesama, bukan demi keuntungan pribadi atau segelintir orang!
Daniel Alexander bersama istri, Louise Alexander, menetap dan melayani di Papua sejak tahun 1994. Hamba Tuhan yang menyebut dirinya “Pendidik-Pembidik” ini sejak muda sudah terlibat aktif dalam pelayanan para pelajar dan anak muda (1972), serta telah melanglang ke Amerika dan Eropa untuk melayani-Nya pada tahun 1981. Pelayanannya yang difokuskan untuk melayani sesama telah mendorongnya mendirikan sekolah dengan pendidikan berpola asrama khusus bagi masyarakat Papua (1995).
| Tahun Terbit |
| 2026 |
| Penulis |
| Pdt. Daniel Alexander |
| ISBN |
| Edisi |
| I |
| Halaman |
| ab + vi + 252 |
