Online Chat

Semester Terakhir (BP)

Penulis: Anak S-e-N | Tahun Terbit: 2013

Rp. 48,500,-

Flash Sale Rp. 19,400,-

Berakhir pada 31 January 2022, 23:59 WIB
Jumlah
:
Berat Satuan
: 167gr
Dilihat
225 x
Terkirim
0 x
Kondisi
Baru
Min. Beli
1

TOTALRp 19,400,-


Produk ini juga tersedia di marketplace

ISBN :978-979-29-4088-6 | Jml Hal :viii+200 | Ukuran : 12x19 | Edisi : i | Zona 1 :48500 | Zona 2 : 53500 | Zona 3 : 61000 | Sinopsis No. OSIS : 119657885XXX0 Nama : Desta Aletea Sabarno Status : Ketua Kelas III B SMP N 11 (anak pertama dari 9 bersaudara -- untuk sementara) Umur : 16 tahun Alamat : Jln. Tawon Ndas (kumbang yang biasa menyengat kepala manusia) Bintang : Gemini “Kelas III B, kelas yang sekarat!” - Dewan Sekolah - “Semua metode belajar yang diterapkan di kelas III B, gagal!” - Semua guru bidang studi - “Kelas III B seperti virus! Demi dunia pendidikan, kelas III B harus dikarantina agar tidak menular!” - Tetangga kelas - ”Usia harapan hidup di kelas III B, sangat tipis!” - Dinas kesehatan yang pernah mengunjungi sekolah - ”Menerima mereka sebagai murid, merupakan kesalahan terbesar yang pernah dibuat sekolah ini!” - Kepala Sekolah - Horeee… sudah satu semester aku jadi siswi kelas III B dan celakanya, aku jadi ketua kelas di kelas yang diberi label “do not cross”. Semua masalah di sekolahku berasal dari kelasku. Tidak mudah memimpin teman-teman kelasku yang semuanya bermasalah. Sebagai anak sekolah, kami terbelakang. Sebagai remaja penerus generasi bangsa, kami tidak bisa diharapkan. Kelas III B harus berubah! Dan perubahan itu harus dilakukan sekarang karena saat ini kami hidup di semester terahkir. Diperlukan tekad, kerja keras, kelucuan dan kebersamaan untuk mengubah citra kelas III B. Dan di puncak keremajaan ini, kami juga harus berjuang untuk jadi dewasa. Jadi kami harus melakukan apa yang dilakukan burung rajawali yang berusia 40 tahun, agar kami mendapatkan nyawa ke-2 kami. Ada kalimat yang tidak mudah untuk diucapkan tapi kami akan mengucapkannya, “I LOVE III B” Pada usia 40 tahun burung rajawali tidak dapat berburu mangsa karena paruhnya terlalu melengkung sehingga tidak bisa untuk mematuk. Sayapnya sudah terlalu tebal sehingga tidak bisa terbang cepat. Cakarnya sudah terlalu melengkung sehingga tidak dapat menerkam mangsanya. Supaya tidak mati kelaparan karena tidak dapat berburu, burung rajawali yang berusia 40 tahun akan mematukkan paruhnya di batu cadas hingga paruhnya terlepas, setelah paruh barunya tumbuh, ia akan mencabut satu per satu bulu sayapnya lalu ia akan mematuk satu-persatu cakarnya sampai lepas. Rajawali akan kesakitan dan berdarah, tapi itu cara agar ia bisa kembali terbang cepat dengan sayap baru, paruh serta cakar baru yang kuat, yang memungkinkan dia bisa kembali hidup 30-40 tahun lagi. SEMUA YANG INGIN MENJADI SEORANG PENASIHAT KEPRESIDENAN WAJIB MEMBACA KISAHKU
See More Books